Guna meningkatkan kompetensi pustakawan dalam mengelola perpustakaan secara profesional, Pemerintah Desa Tegal Harum mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas Pustakawan Sastra Mahottama pada Jumat (21/02/2025), bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Perbekel Tegal Harum. Kegiatan ini dihadiri oleh Perbekel Tegal Harum, sekretaris desa, para pustakawan, narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, serta Politeknik Internasional Bali (PIB) College. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan pustakawan dalam mengembangkan layanan perpustakaan yang inovatif dan menarik bagi masyarakat.

Kepala Perpustakaan Sastra Mahottama, I Gusti Ayu Prajna Kusuma Sari dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang hadir serta mengungkapkan harapannya. “Terima kasih saya ucapkan kepada narasumber yang telah hadir dalam kegiatan hari ini. Melalui peningkatan kapasitas ini, saya harap dapat menambah wawasan para pustakawan utamanya dalam pemanfaatan teknologi serta pelayanan informasi kepada pemustaka. Saya juga berharap kedepannya, keberadaan Perpustakaan Sastra Mahottama akan semakin dikenal luas oleh masyarakat sebagai sumber literasi dan informasi,” tuturnya.

Narasumber Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Nyoman Antari Wijaya menyampaikan materi tentang peningkatan kualitas layanan dan peran pustakawan di era digital. “Pustakawan sebagai pengelola informasi yang profesional memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Tidak hanya berkutat dengan hal-hal teknis saja, saat ini pustakawan harus memiliki kompetensi dan keterampilan dalam memanfaatkan sumber daya digital secara optimal. Untuk mencapai semua itu, pustakawan perlu diikutsertakan dalam program sertifikasi yang relevan dengan bidang perpustakaan serta mengikuti pelatihan terkait teknologi baru,” ucapnya.

Narasumber PIB College, Ni Putu Premierita Haryanti menyampaikan materi tentang kompetensi literasi digital pustakawan dan Artificial Intelligence (AI) di perpustakaan. “Di era digital saat ini, pustakawan dituntut untuk meningkatkan kompetensi literasi digital dan menjadikan teknologi sebagai sistem pendukung pengembangan perpustakaan. Pustakawan juga harus terbuka dan adaptif terhadap AI yang dapat mendukung manajemen perpustakaan. Pemanfaatan AI memungkinkan perpustakaan untuk memperluas akses ke berbagai sumber informasi digital seperti e-book, artikel jurnal, maupun database penelitian,” ujarnya.




Users Today : 78
Users Yesterday : 328
Users Last 30 days : 1953
Users This Year : 10084
Total Users : 223221
Who's Online : 0