Kementerian PPN/Bappenas bersama HelpAge Internasional dan United Nations Population Fund (UNFPA) menggelar Asia-Pacific Regional Conference (APRC) on Population Ageing 2024 di Bali Nusa Dua Convention Center. Mengusung tema “Reframing Ageing”, konferensi ini mempertemukan lebih dari 450 pakar, pembuat kebijakan, anggota PBB, organisasi internasional, dan organisasi masyarakat sipil dari seluruh Asia-Pasifik. Untuk meningkatkan pemahaman akan isu kelanjutusiaan di Indonesia dan menunjukkan praktik baik program kelanjutusiaan di Provinsi Bali, maka pada kesempatan ini, Sekolah Lansia Wreda Harum Mahottama menjadi salah satu lokus tujuan kunjungan berlangsungnya pembelajaran Sekolah Lansia Wreda Harum Mahottama bulan September 2024 pada Jumat (13/09/2024) yang bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Perbekel Tegal Harum. Kegiatan ini dihadiri juga oleh State Minister Of Health Maldives, perwakilan negara Asia-Pasifik, Pelaksana Tugas (Plt) BKKBN Provinsi Bali, Perwakilan Bappenas, Tim Indonesia Ramah Lansia (IRL), pemateri dari Universitas Udayana, Perbekel Tegal Harum, beserta peserta didik Sekolah Lansia Wreda Harum Mahottama Desa Tegal Harum.

Plt. BKKBN Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For, MAR mengatakan bahwa BKKBN melalui Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) hadir untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk sehingga menjadi ideal. “Program Bangga Kencana ini hadir melalui pendekatan siklus hidup, mulai dari balita, remaja, hingga lansia. Inilah pendekatan Tribina, yakni Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia. Program Bina Keluarga Lansia dilakukan dengan membentuk sekolah lansia, dimana kegiatan ini nantinya harus berkesinambungan untuk menciptakan keluarga berketahanan. Kedepannya, keluarga diharapkan dapat menjadi wadah untuk melaksanakan fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, serta ekonomi dan lingkungan. Demikian pula dengan menanamkan nilai-nilai pembentukan karakter. Mari bersama-sama hilangkan mindset jika sudah tua akan rentan, sakit-sakitan, dan menjadi beban, tetapi ubah menjadi bahwa lansia itu sehat di masa tua. Namun, sehat di masa tua tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba, tetapi semua itu harus disiapkan,” katanya.

Perbekel Tegal Harum, I Komang Adi Widiantara mengucapkan selamat datang kepada rombongan dan menyampaikan bahwa sekolah lansia hadir untuk meningkatkan kualitas lansia, sehingga dapat tetap berdampak dan produktif bagi pembangunan. “Tentunya selamat datang kami ucapkan kepada rombongan delegasi Asia-Pacific Regional Conference (APRC) on Population Ageing 2024 di Sekolah Lansia Wreda Harum Mahottama. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami menjadi salah satu lokus dalam kunjungan ini. Peserta didik sekolah lansia yang hadir pada saat ini merupakan siswa angkatan ke-2 (dua) yang berjumlah 40 siswa, dimana pada angkatan pertama kami telah berhasil meluluskan siswa sebanyak 30 lansia pada bulan Desember 2023, dan kami Pemerintah Desa Tegal Harum berkomitmen penuh terhadap keberlangsungan lansia kami. Sekolah lansia ini menyasar para lansia yang berumur 60 tahun keatas dengan melakukan pendidikan sebanyak 12 kali pertemuan. Dimana, setiap pertemuannya para siswa diajarkan materi terkait 7 dimensi lansia tangguh seperti dimensi kesehatan, spiritual, psikologi, emosi, menjalankan hobi, dan juga kewirausahaan. Kami berharap dengan adanya Sekolah Lansia Wreda Harum Mahottama ini kedepannya dapat meningkatkan kualitas kelompok BKL dalam mewujudkan lansia tangguh serta dapat meningkatkan pemahaman lansia tentang konsep Smart (Sehat, Mandiri, dan Bermartabat) dalam lingkup 7 dimensi, sehingga lansia tidak lagi menjadi objek tetapi menjadi subjek dalam pembangunan itu sendiri,” pungkasnya.




Users Today : 80
Users Yesterday : 328
Users Last 30 days : 1955
Users This Year : 10086
Total Users : 223223
Who's Online : 2