Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), Kota Denpasar menggelar Talkshow bertajuk “Teguhkan Antikorupsi di Lingkungan Perangkat Daerah, Desa dan Kelurahan serta Lembaga Desa Adat se-Kota Denpasar Menuju Denpasar Maju.” Acara ini dibuka secara resmi oleh Walikota Denpasar, yang diselenggarakan di Gedung Dharma Negara Alaya, pada Rabu (04/12/2024). Tujuan dari kegiatan tersebut yaitu membangun partisipasi seluruh stakeholder di wilayah Kota Denpasar untuk bersama meneguhkan budaya antikorupsi. Hadir dalam kesempatan tersebut yakni Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, tampak hadir Wakil Wali Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar, Pimpinan OPD, perwakilan Bendesa Adat serta Lembaga Adat di wilayah Kota Denpasar. Salah satu momen istimewa dalam acara ini yaitu penampilan kesenian tradisional kur janger yang dibawakan oleh Sekaa Santi Sri Dharma Swara Desa Tegal Harum menjadi bintang tamu dalam ajang bergengsi ini.

Sekretaris Desa Tegal Harum, Ida Ayu Putu Cahya Sugiantari, S.S., M.AP. dalam kesempatan tersebut mendampingi Sekaa Santi Sri Dharma Swara Desa Tegal Harum, dengan bangga menyampaikan keikutsertaan mereka dalam acara ini merupakan sebuah kehormatan. “Kami sangat bangga dapat mewakili Desa Tegal Harum dalam talkshow ini, selain menjadi ajang pembelajaran, kami juga ingin menunjukkan bahwa seni tradisional memiliki kekuatan luar biasa untuk menyampaikan pesan moral yang sangat relevan, terutama dalam hal pemberantasan korupsi. Terkhusus di Desa Tegal Harum, antikorupsi bukan hanya sekedar wacana tapi sudah merupakan implementasi nyata yang diterapkan dalam melakukan pelayanan publik kepada masyarakat, terbukti Desa Tegal Harum sebagai Desa Transparansi Terbaik Tingkat Nasional dan Percontohan Desa Antikorupsi 2024,” ujarnya dengan penuh antusias.

Salah satu peserta Sekaa Santi Sri Dharma Swara, mengungkapkan perasaannya setelah tampil di hadapan para peserta yang hadir. “Kami berharap penampilan kami bisa menginspirasi masyarakat untuk lebih memahami pentingnya integritas dan transparansi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan desa maupun di level yang lebih luas. Dengan kesenian sebagai media, kami ingin menyampaikan bahwa antikorupsi bukan hanya sebuah kampanye, tetapi menjadi sebuah bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai luhur yang kita tanamkan dalam setiap langkah hidup,” ungkap I Made Suarsa dengan penuh semangat.
Selain dihadiri oleh peserta secara langsung, talkshow ini juga disiarkan secara daring, memungkinkan partisipasi lebih luas dari berbagai pihak, termasuk Perbekel/Lurah dari seluruh Kota Denpasar. Melalui siaran daring ini diharapkan dapat memperkuat komitmen untuk menerapkan budaya antikorupsi.




Users Today : 76
Users Yesterday : 328
Users Last 30 days : 1951
Users This Year : 10082
Total Users : 223219
Who's Online : 1