Guna mendorong pemajuan kebudayaan khususnya terkait ogoh-ogoh sebagai bentuk kekayaan dan identitas budaya yang perlu dilestarikan untuk menjaga adat serta tradisi Bali dan juga untuk mempersiapkan pelaksanaan lomba serta parade ogoh-ogoh dengan fragmentari saat menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Desa Tegal Harum, maka Pemerintah Desa Tegal Harum melaksanakan rapat koordinasi terkait persiapan ogoh-ogoh di masing-masing banjar pada Selasa (17/12/2024). Rapat koordinasi yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Perbekel Tegal Harum ini, mengundang BPD Tegal Harum, Pelaksana Kewilayahan se-Desa Tegal Harum, Kelian Adat Banjar se-Desa Tegal Harum, dan Ketua STT se-Desa Tegal Harum.

Perbekel Tegal Harum, I Komang Adi Widiantara memastikan kepada undangan yang hadir akan kesiapan dalam mengikuti lomba dan parade ogoh-ogoh pada tahun 2025. “Pada tahun 2025, dimana saat menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947, Pemerintah Desa Tegal Harum akan melaksanakan lomba ogoh-ogoh antar banjar se-Desa Tegal Harum, yang dimana penilaiannya akan dilaksanakan di banjar masing-masing. Parade ogoh-ogoh dengan menggunakan fragmentari pun akan kami gelar, sehingga pada malam hari ini, kami menggelar rapat koordinasi untuk memastikan kepada bapak/ibu yang hadir bagaimana kesiapan dalam mengikuti kegiatan lomba dan parade tersebut,” ujarnya.

Adi Widiantara juga menyampaikan bahwa akan ditetapkan Peraturan Daerah Kota Denpasar tentang Pelestarian Ogoh-Ogoh. Beliau juga mengimbau agar dalam pelaksanaan lomba dan parade ogoh-ogoh di tahun 2025 tidak menggunakan sound system. “Dalam waktu dekat ini, Pemerintah Kota Denpasar akan menetapkan peraturan daerah tentang Pelestarian Ogoh-Ogoh, dimana seperti pelaksanaan lomba dan parade ogoh-ogoh pada tahun sebelumnya, pelaksanaannya wajib menggunakan gamelan bali/instrumen tradisional dan tidak menggunakan sound system,” imbaunya.
Pelaksana kewilayahan, kelian adat banjar, dan Ketua STT se-Desa Tegal Harum menyatakan kesiapannya dalam pelaksanaan lomba ogoh-ogoh, namun untuk sementara waktu, pada parade ogoh-ogoh dengan fragmentari hanya pelaksana kewilayahan dan Kelian Adat Banjar Tegal Sari yang menyanggupi dalam mengikuti parade tersebut.




Users Today : 78
Users Yesterday : 328
Users Last 30 days : 1953
Users This Year : 10084
Total Users : 223221
Who's Online : 0