Pemerintah Desa Tegal Harum melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan teba modern dan biopori pada Senin (03/02/2025) bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Perbekel Tegal Harum. Kegiatan ini dihadiri oleh Perbekel Tegal Harum, Sekretaris Desa Tegal Harum, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tegal Harum, pelaksana kewilayahan dan Kelian Adat Banjar se-Desa Tegal Harum, Pengurus Inti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Tegal Harum, Tim Sai Study Group (SSG) Mahendradatta, Team Leader Konsultan Penguatan Peran Aktif Masyarakat-Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (PPAM-ISWMP) Bali, serta Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Nasional.

Perbekel Tegal Harum, I Komang Adi Widiantara, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. “Terima kasih kepada narasumber yang telah hadir dan rutin berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Tegal Harum dalam mengedukasi serta menyosialisasikan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan lingkungan hidup. Dalam waktu dekat, Pemerintah Desa Tegal Harum akan menyiapkan 20 unit teba modern, 50 unit lubang biopori ukuran 20 cm, dan 25 unit lubang biopori ukuran 10 cm. Teba modern dan biopori tersebut rencananya akan ditempatkan di masing-masing dusun, pasar desa, pura desa, dan fasilitas umum. Langkah ini diambil Pemerintah Desa Tegal Harum sebagai upaya penanganan dari permasalahan sampah organik yang ada di masyarakat,” ucapnya.

Tim SSG Mahendradatta, I Wayan Santi Adnyana, dalam sosialisasinya menjelaskan konsep pemanfaatan teba modern dan biopori. “Teba modern pada dasarnya merupakan solusi dari permasalahan sampah organik yang ada di setiap rumah tangga. Proses pemilahan sampah dapat dilakukan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, yaitu dengan memilah sampah organik kemudian disimpan di lubang biopori yang telah dibuat. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, sampah organik yang tersimpan dalam lubang tersebut dapat menghasilkan pupuk organik yang berkualitas. Disamping itu, keberadaan teba modern juga menjadi solusi sebagai resapan air di saat banjir,” jelasnya.

Team Leader Konsultan PPAM-ISWMP Bali, I Gde Suarja dalam kesempatan ini juga menyampaikan harapannya. “Dengan dukungan Pemerintah Desa Tegal Harum, kami harapkan masyarakat semakin terlatih dan terbiasa untuk mulai memilah sampah berbasis sumber. Sampah organik bisa dimanfaatkan melalui teba modern dan biopori, sedangkan sampah anorganik bisa dimanfaatkan melalui program bank sampah. Kebiasaan kecil seperti ini, tentu dapat meringankan beban pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah yang tertimbun di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” pungkasnya.
Timbulan sampah masyarakat yang semakin besar tiap tahunnya, menggerakkan sejumlah aktivis dan praktisi lingkungan di Bali untuk terus gencar menyosialisasikan pembuatan teba modern dan biopori. Teba modern adalah program pengolahan sampah organik yang dilakukan di rumah tangga dengan cara membuat lubang di tanah dan menampung sampah organik di dalamnya. Sampah organik akan diuraikan secara alami oleh mikroorganisme menjadi pupuk kompos. Program ini diharapkan menjadi salah satu alternatif dari permasalahan sampah yang ada.




Users Today : 76
Users Yesterday : 328
Users Last 30 days : 1951
Users This Year : 10082
Total Users : 223219
Who's Online : 1